Ah Long, Anak ODHA yang Tegar dan Ajib

Ah Long tidak pernah minta dirinya dikucilkan. Masyarakatlah yang mengucilkannya karena prasangka negatif atas ODHA. Ah Long, anak 6 tahun dari Guangxi, harus hidup sebatang kara setelah kedua orangtuanya meninggal karena HIV-AIDS. Bahkan neneknya pun tidak mau ambil pusing mengasuhnya. Sejak kecil ia hanya diantarkan sayur dan masakan, itu pun hanya kadang-kadang. Sisanya harus ia urus sendiri di gubuk peninggalan kedua orangtuanya.

Ia tidak mungkin bersekolah. Para orangtua mengancam akan memindahkan anaknya kalau AhLong ada di dekat mereka. Saat tangannya tersiram air panas, dokter tidak berani mengobati. Pemerintah hanya memberi tunjangan 100 ribu rupiah sebulan. Sebuah lelucon yang jelas-jelas tidak akan mampu menopang hidupnya.

Ah Long tidak menangis. Keterkucilannya membuat ia mau tidak mau mempelajari cara menghidupi diri sendiri. Ia memelihara ayam, menanam sayur, mencari kayu bakar, memasak, dan mencuci sendiri. Tapi siapa yang tega melihat anak sekecil itu berjuang hidup sebatang kara?

Beberapa orang akhirnya tersentuh untuk membantu Ah Long. Ada yang memberi nasi, masakan, baju, dan bantuan lain. Warga yang peduli akhirnya mengumpulkan dana untuk mendukung hidup Ah Long dan neneknya hingga terkumpul sekitar 3000 dollar. Rumah tampung di dekat tempat ia tinggal setuju untuk merawat Ah Long.

Tapi biaya hidup hanyalah sebagian dari beban Ah Long. Apakah anak sekecil itu mampu berdamai dengan HIV yang tidak akan sembuh? Lalu bagaimana dengan Ah-Long lain yang ada di sekitar kita?

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4

One response to this post.

  1. Posted by yulia on 4 April, 2011 at 12:05 am

    Poor ah-long

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: